Translate:English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Haruskah Minum Obat dengan Air Putih?

Diposting oleh Didik Apriyanto | 7:50 PM | | 1 komentar »

Pada umumnya, orang meminum obat berupa tablet atau kapsul dengan air putih. Namun, karena tidak semua orang mengonsumsi air putih setelah makan, obat lalu ditelan dengan air apa saja yang ada di meja. Entah es teh, kopi, atau jus. Muncul kekhawatiran bahwa obat yang diminum bersama teh, kopi, dan terutama susu akan kehilangan khasiatnya. Banyak pula yang menyarankan jika minum susu, usahakan jedanya satu jam sebelum atau sesudah minum obat. Benarkah demikian? Bagaimana dengan orang yang mengalami kesulitan dalam menelan obat, yang lalu menelan obat dengan bantuan buah (umumnya pisang) atau nasi? Pada dasarnya, minum obat bersamaan dengan minuman atau makanan lain bisa menyebabkan adanya interaksi obat alias perubahan efek obat. Minuman berupa jus yang menurut banyak penelitian bisa menyebabkan interaksi obat adalah jus grapefruit. Kadar beberapa jenis obat bisa

meningkat jika diminum dengan jus ini sehingga bisa terjadi efek samping. Contohnya adalah obat hipertensi golongan kalsium antagonis, amiodaron, antivirus, antibiotika klaritromisin, benzodiazepine, dan beberapa obat sistem saraf pusat lainnya, penurun kolesterol jenis statin dan siklosporin. Jenis jus lain yang mulai banyak diteliti adalah jus cranberry, jeruk, dan jeruk limau. Minuman lainnya yang juga tidak disarankan adalah susu, teh, kopi, soft drink, dan alkohol.Minum obat bersamaan dengan makanan tertentu juga bisa membuat kecepatan absorpsi di usus jadi lebih lambat. Namun, ada juga jenis obat yang disarankan untuk diberikan bersama makanan untuk meningkatkan absorpsinya atau mencegah terjadinya iritasi lambung. Yang paling aman adalah minum obat dengan air putih biasa.okezone.com

Baca Selanjutnya......

Sinar Matahari Cegah Rabun Jauh

Diposting oleh Didik Apriyanto | 9:42 PM | , | 0 komentar »

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
SYDNEY - Menyisihkan waktu untuk menikmati sinar matahari di pagi hari ternyata dapat membantu anak-anak terhindar dari rabun jauh atau Miopi. Para peneliti Australia mengungkapkan, menyisihkan waktu sekira dua sampai tiga jam di luar rumah untuk mendapatkan 'guyuran' sinar mentari dapat menghindari anak dari gangguan kesehatan mata. Seperti dilansir Times Of India, Rabu (7/1/2009), rabun jauh atau Miopi telah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian anak-anak di dunia, khususnya di kawasan Asia. Bahkan, hampir 90 persen anak-anak di Singapura mengenakan kacamata baik secara permanen maupun temporari.

"Dibandingkan Australia jumlah tersebut sangat besar, di Australia hanya terdapat sekira 20 persen," ujar peneliti Miopi, Professor Ian Morgan.

Menurut Morgan, studi sebelumnya menunjukkan 30 persen anak usia enam hingga tujuh tahun di Singapura sangat rentan dengan gangguan kesehatan mata, sedangkan di Australia gangguan kesehatan mata hanya menghantui sekira 1,3 persen anak usia tersebut.

Penyebab terbesar dari kondisi itu adalah anak-anak di Singapura sangat kurang dalam menghabiskan waktu di luar rumah. Kebanyakan dari mereka lebih senang berada di dalam rumah. Rata-rata anak-anak Singapura hanya menghabiskan waktu sekira 30 menit di dalam rumah, sedangkan anak-anak di Australia rata-rata menghabiskan waktu di luar rumah sebanyak dua jam.

Miopi umumnya terjadi pada anak-anak remaja usia 8 sampai 14 tahun, faktor yang menyebabkannya adalah keturunan, membaca sambil tiduran, menonton tv dari jarak dekat, dan tentu saja, berada di depan komputer terus-menerus. (srn)

Baca Selanjutnya......

Ayo Kenali Tanda-tanda Dehidrasi!

Diposting oleh Didik Apriyanto | 4:29 PM | | 1 komentar »

Cassuarina Dwi Rahayu - detikhot
Dehidrasi dapat membayakan tubuh. Namun tak banyak orang yang mengenal tanda-tandanya. Ayo kenali tanda-tanda dehidrasi, dan atasi segera!

Tubuh yang kekurangan cairan/dehidrasi akan menghambat proses produksi dalam tubuh sehingga tidak berjalan normal. Sayangnya banyak yang menganggap remeh masalah dehidrasi tersebut. Padahal apabila tidak segera ditangani akan mendatangkan penyakit yang serius karena dehidrasi tidak mengenal usia dan kelamin seseorang.

Ada baiknya untuk mengenai gejala dehidrasi. Dengan mengenali tandanya, kita juga bisa mengatasinya dengan cepat. Ini dia Tanda-tandanya!

1. Kurangnya cairan dalam tubuh dapat dikenali dengan berbagai gejala yang terjadi. Misalnya tubuh merasakan haus yang tak dapat ditahan, jarang sekali buang air kecil. Cepat merasa pusing apabila sedang berada di tempat gelap atau remang-remang, pusing yang luar biasa ketika sedang berdiri agak lama, kepala seperti berkunang ketika berdiri secara tiba-tiba, dan mulut yang sangat kering meskipun banyak memproduksi air liur juga menjadi cirinya.

2. Periksalah lendir yang terdapat di dalam mulut Anda dengan cara membuka mulut Anda selebar mungkin. Bercerminlah. Idealnya lendir pada membran terlihat basah, mengkilat dan tanpa warna. Apabila lendir terlihat kering dan berwarna buram maka waspadalah akan gejala dehidrasi.

3. Cobalah cubit kulit tangan Anda, apabila permukaan kulit kembali seperti semula berarti kulit Anda masih memiliki elastisitas yang cukup. Namun berhati-hatilah jika kulit Anda tidak kembali dalam keadaan semula. Karena seseorang yang menderita dehidrasi pasti akan kekurangan elastisitas pada kulit tubuhnya.

4. Dilihat dari psikologis, orang yang menderita dehidrasi umumnya terlihat mudah marah ( emosi tidak stabil), gampang merasa lelah (semula sangat aktif), wajah terlihat pucat dan mulut yang selalu terasa kering dan lengket.
by detik.com

Baca Selanjutnya......

Pria Desa Berpendidikan Rendah, Perokok Terbanyak

Diposting oleh Didik Apriyanto | 6:29 AM | | 3 komentar »

Sarjani Jamal (Peneliti di Badan Pengembangan Kesehatan Jakarta)
Selasa, 14 Mar 2006 13:31:38

Perpersi, - Ada Apa Dengan Rokok?
Seseorang dikatakan perokok jika selama ini telah menghisap minimal 100 batang rokok. Rokok merupakan dilemma karena di satu sisi menimbulkan kerugian pada kesehatan sedangkan di sisi lain menjadi pemasok cukai yang cukup besar bagi negara.
Secara global, konsumsi rokok membunuh satu orang setiap 10 detik.


WHO memperkirakan pada 2020 penyakit berkaitan dengan rokok akan menjadi masalah kesehatan utama di banyak negara. kebiasaan merokok dianggap menjadi entry point pada penyalahgunaan narkotik dan bahan berbahaya lainnya (narkoba).

Fenomena lain yang juga harus diperhatikan adalah para perokok pasif, yaitu orang yang tidak merokok tapi tercemar oleh asap rokok. Pencemaran tersebut dapat terjadi dalam rumah, ruangan kantor, kendaraan, dan tempat umum lainnya. Survei membuktikan !ebih dan 90% perokok aktif mengaku merokok dalam rumah ketika bersama anggota keluarga, sehingga sekitar 70% penduduk Indonesia berumur 0-14 tahun telah terpapar asap rokok sejak lahir (perokok pasif). Informasi mi menunjukkan betapa besarnya prevalensi perokok pasif dengan akibat yang lebih parah lagi.

Asap rokok terdiri dan 4.000 bahan kimia dan 200 di antaranya bersifat racun. Antara lain karbon monoksida (GO) dan polycyclic aromatic hydrocarbon yang mengandung zat-zat pemicu terjadinya kanker (seperti tar, benzopyrenes, vinyl chlorida, dan nitroso-nor-nicotine). Di samping itu, nikotin dapat menimbulkan ketagihan, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif. Para perokok aktif dan pasif berisiko terkena batuk dengan sesak nafas 6,5 kali dibanding bukan perokok. Industni rokok selalu berusaha menyangkal bukti-bukti epidemiologis tentang dampak merokok mi pada kesehatan manusia.

Nikotin merupakan alkaloid yang bersifat stimulan dan pada dosis tinggi beracun. Zat mi hanya ada dalam tembakau, sangat adiktif, dan mempengaruhi otak/susunan saraf. Dalam jangka panjang, nikotin akan menekan kemampuan otak untuk mengalami kenikmatan, sehingga perokok akan selalu membutuhkan kadar nikotin yang semakin tinggi untuk mencapai tingkat kepuasan dan ketagihannya. Sifat nikotin yang adiktif ini dibuktikan dengan adanya jurang antara jumlah perokok yang ingin berhenti menokok dan jumlah yang berhasil berhenti. Survei pada anak-anak sekolah usia 13— 15 tahun di Jakarta menunjukkan bahwa lebih dan 20% adalah perokok tetap dan 80% di antaranya ingin berhenti merokok tetapi tidak berhasil.

Di pihak lain, pajak pengusaha rokok dan cukai tembakau menyumbang pemasukan negara cukup besar. Pengusaha rokok merupakan salah satu di antara pembayar pajak terbesar di Indonesia pada 2002. Gukai temhakau merupakan 90% lebih dan total penerimaan cukai pada 2000. Industri pengolahan tembakau telah menyerap lebih dan 250 ribu karyawan dan merupakan 5,6% dan seluruh tenaga kerja jenis pengolahan pada tahun 2000. Berdasarkan fenomena di atas, mungkinkah pabrik rokok ditutup?

Orang Desa Paling Banyak Jadi Perokok
Sekitar 60% penduduk Indonesia berada di pedesaan dan sisanya di perkotaan. Survei sosial dan ekonomi nasional (Susenas) 1995 dan 2001 menunjukkan bahwa persentase penduduk yang merokok di pedesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan. Propinsi dengan persentase penduduk pedesaan yang merokok paling tinggi berturut-turut adalah Lampung (32%), Jawa Barat (31%), Kalimantan Barat (31%), dan Bengkulu (30%).

Propinsi dengan persentase penduduk perkotaan yang merokok paling tinggi adalah Jawa Barat, NTB, dan Lampung. Lampung dan Jawa Barat juga menjadi propinsi dengan persentase penduduk yang merokok paling tinggi secara nasional, sedangkan paling nendah adalah Bali. Dalam kaitan dengan penyuluhan antinokok, kedua propinsi itu perlu mendapat perhatian.

Pria Berpendidikan Rendah Lebih Banyak Jadi Perokok
Tingkat pendidikan penduduk Indonesia sangat beragam. Ada yang tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar (SD), ada yang tamat SD, tamat SLTP, tamat SLTA, dan ada pula yang berijazah Akademi/Universitas. Perilaku merokok akan herkaitan dengan pengetahuan dan sikap seseorang terhadap rokok, dan pendidikan menjadi latar belakangnya.

Survei secara nasional tersebut juga menunjukkan bahwa pria yang tidak sekolah/tidak tamat SD merupakan perokok terbanyak. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin sedikit yang jadi perokok. Sedangkan wanita hanya sedikit yang jadi perokok.

Pria Muda Lebih Banyak Menjadi Perokok
Survei yang sama juga menemukan bahwa laki-laki remaja lebih banyak menjadi perokok dan hampir dua pertiga dan kelompok umur produktif adalah perokok. Selama 5 tahun, telah terjadi peningkatan kebiasaan merokok pada semua kelompok umur pria, sedangkan pada wanita terjadi penurunan.

Pada pria, prevalensi perokok tertinggi adalah kelompok umur 25 —29 tahun. Hal ini terjadi karena jumlah perokok pemula jauh lebih banyak dari perokok yang berhasil berhenti merokok dalam satu rentang populasi penduduk. Sebagian besar perokok mulai merokok pada umur kurang dari 20 tahun dan separuh dari laki-laki umur 40 tahun ke atas telah merokok selama 30 tahun atau lebih. Lebih dan separuh penokok mengkonsumsi minimal 10 batang rokok per hari.

Hasil penelitian menunjukkan hampir 70% penokok Indonesia mulai merokok sebelum mereka berumur 19 tahun. Banyaknya perokok pemula di kalangan anak-anak dan remaja mungkin karena mereka belum mampu menimbang bahaya merokok bagi kesehatan dan dampak adiktif yang ditimbulkan nikotin. Perokok mungkin beranggapan bahwa mereka sendirilah yang menanggung semua bahaya dan risiko akibat kebiasaannya, tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka juga memberikan beban fisik dan ekonomi pada onang lain di sekitarnya sebagai perokok pasif.

Mesin Merokok
Di Indonesia, untuk mengetahui kadar nikotin dan tar serta karbon monoksid (CO) yang terdapat dalam rokok, digunakan mesin merokok (smoking machine) yang telah mendapatkan sertifikat ISO seperti yang ada di Badan POM. Cara ini juga digunakan di Amerika Serikat. Walaupun demikian, beberapa produsen rokok yang merasa dirugikan menggugat metode tersebut sebagai cara yang tidak sesuai dengan kenyataan penggunaan rokok sehari-hari. Adakah cara lain yang lebih sahih? Barangkali melalui penggunaan manusia sebagai volunteer mungkin dapat menjawab pertanyaan tersebut. Masalahnya adalah siapa yang bersedia dan bagaimana imbalannya?

Pembuatan rokok rendah nikotin dengan label Mild atau Light atau Ultra light tidak menyelesaikan masalah penurunan intake nikotin, tar, dan CO pada perokok. Rokok jenis ini menyebabkan para pencandu memerlukan lebih banyak batang rokok untuk mencapai tingkat nikotin yang dapat memuaskan rasa ketagihan mereka.

Rokok kretek mengandung 60-70% tembakau, sisanya 30—40% cengkeh dan ramuan lain. Cengkeh mengandung eugenol yang dianggap berpotensi menjadi penyebab kanker pada manusia dan terkait dengan zat kimia safrol yang menjadi salah satu penyebab kanker hati ringan. Penelitian pada 2003 yang disponsori oleh pabrik kretek Sampurna menemukan bahwa dari 23 rokok jenis kretek yang diteliti, 14 jenis di antaranya mengandung kadar nikotin di atas 2 mg /batang, 18 jenis mengandung tar di atas 40 mg/batang, dan 12 jenis mengandung eugenol di atas 8 mg/batang. Ini menunjukkan bahwa pada umumnya rokok kretek mengandung cukup tinggi ketiga zat yang membahayakan kesehatan tersebut.

Di samping itu, dalam rokok kretek terkandung berbagai zat tambahan yang berbeda sebagai bumbu yang dapat membuat rasa khas pada setiap jenis rokok. Beberapa di antaranya adalah bahan menyan, kelembab, dan ammonia yang dapat meningkatkan penyerapan alkaloid nikotin dalam bentuk base-nya. Juga terdapat aldehid, menthol, dan cocoa untuk memperbaiki rasa. Mungkin sebagian zat tersebut aman bila dimakan, tapi bila dihisap efeknya pada paru-paru bisa sangat merugikan perokok itu sendiri maupun perokok pasif.

Sponsor Olah Raga oleh Perusahaan Rokok
Iklan dinilai meningkatkan konsumsi tembakau, dengan menciptakan situasi pemakaian tembakau dianggap baik dan biasa. Pemberian sponsor serta promosi melalui berbagai kegiatan tampaknya menjadi kunci dalam strategi industri tembakau untuk merangkul para remaja. Semua perusahaan besar rokok di Indonesia menjadi sponsor pada berbagai kegiatan olah raga, acara remaja, film, dan konser musik. Hal ini berakibat terbentuknya image pada anak-anak yang mengasosiasikan merokok dengan keberhasilan/prestasi dan kebahagian. Para penyuluh kesehatan harus bekerja keras untuk melawannya.

Deklarasi Geongju (Korea) yang dikuatkan oleh 410 orang partisipan dan 39 negara peserta APACT September 2004 menghimbau agar pemerintah, pengusaha, dan individu di Asia mengakhiri semua bentuk iklan, sponsorship, promosi, dan kegiatan pemasaran rokok, termasuk sebagai sponsor pada ASEAN ART award dan Racing Formula I.

Kenapa Pria Sulit Berhenti Merokok?
Pada setiap bungkus dan iklan rokok telah dicantumkan peringatan kesehatan tentang bahaya merokok. Setiap perokok tentu tahu tentang hal itu. Walaupun demikian, tampaknya peringatan hanya berpengaruh pada perokok wanita, sedangkan pada pria tidak. Ini mungkin terjadi karena wanita lebih peduli dibandingkan pria terhadap akibat merokok pada dirinya (membahayakan kehamilan, kerusakan pada janin, dan risiko kanker serta penyakit jantung). Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa pria sulit atau tidak berhenti dan kebiasaan merokok? Hal ini terjadi karena sifat nikotin yang sangat adiktif. Di samping itu, lingkungan yang tidak mendukung untuk berhenti merokok lebih banyak terdapat pada pria dibanding wanita. Lingkungan yang tidak mendukung seseorang ingin berhenti merokok di antaranya pada saat main kartu /catur, sedang menunggu, stres, minum kopi, habis makan, dan jumpa teman lama yang perokok.

Sifat adiktif tembakau menyebabkan orang tergantung pada rokok dan jika dihentikan akan menimbulkan berbagai keluhan, seperti sulit mengkonsentrasikan pikiran dan kurang percaya din. Di samping itu, pria memiliki otoritas dalam menentukan pilihannya karena memiliki uang dan kesempatan untuk membeli rokok.

Pilihan Diserahkan kepada Konsumen
PP No. 19/2003 merupakan peraturan pemerintah pengganti PP No.81 /2000 tentang pengendalian tembakau. Peraturan pemerintah tersebut mencakup aspek yang berkaitan dengan ukuran dan jenis pesan peringatan kesehatan, pembatasan waktu bagi iklan rokok di media elektronik, pengujian kadar nikotin, dan tar. Perlu dicatat bahwa tidak ada pengaturan kadar maksimum nikotin dan tar dalam rokok pada PP 19/2003 ini. Dengan demikian, produsen bebas memproduksi rokok dengan kadar nikotin dan tar berapapun, asal kadar keduanya dicantumkan pada setiap bungkus rokok yang mereka produksi.

Tampaknya, jenis rokok mana yang akan diisap diserahkan pada konsumen.

Kalau dilihat dan segi perlindungan masyarakat terhadap biaya merokok, hal ini merupakan suatu kemunduran, karena seseorang yang sudah kecanduan cenderung menggunakan rokok dengan kadar nikotin yang lebih tinggi untuk memenuhi kepuasannya. Reaksi ini sangat membahayakan dan merugikan perokok itu sendiri. Tidak mungkin perokok yang sudah kecanduan akan memilih rokok dengan kadar nikotin rendah karena sifat adiksi dan nikotin yang cenderung meningkat untuk mencapai ambang kepuasan yang makin lama makin tinggi. Kalaupun yang digunakan rokok dengan rendah nikotin maka dia akan mengisap dalam jumlah batang yang lebih banyak.

Penutup

Salah satu alasan banyak orang sulit menerima bahaya penggunaan rokok terhadap kesehatan adalah tenggang waktu yang cukup lama (20-25 tahun) sejak mulai merokok sampai timbulnya kanker paru, gagal jantung, dan stroke. Disarankan agar pemerintah bersama masyarakat meningkatkan kegiatan untuk mengimbangi pengaruh kampanye perusahaan rokok, terutama yang ditujukan pada generasi muda sehingga pertambahan perokok pemula dapat ditekan. Di samping itu, penegakan hukum perlu dipertegas dengan merealisasikan sangsi kepada pelanggar peraturan tentang tembakau.

Medika Jurnal Kedokteran Indonesia No. 03 Tahun Ke XXXII, Maret 2006
Sumber: http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=957&tbl=artikel

Baca Selanjutnya......

Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi

Diposting oleh Didik Apriyanto | 6:17 AM | | 0 komentar »

SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan.
Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.
PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.


Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.
"Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Kartini, dalam seminar "Senam Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan atas kerja sama Klub Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS OMC Pulomas, Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr Caroline Mulawi, mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan.
"Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi," kata Caroline.
Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan gembira.
Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan mencoba melakukannya sendiri.
SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.
Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.
Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri.
Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak.
Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.
Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.
Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.
Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah. (ARN)
Sumber: http://www.depkes.go.id/index.php

Baca Selanjutnya......

Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV

Diposting oleh Didik Apriyanto | 7:41 AM | | 1 komentar »

Dokumen ini didownload dari situs web Yayasan Spiritia http://spiritia.or.id/

Oleh: Jan Zimmerman, MS, RD, ACRIA Update Musim Semi 2002
Keprihatinan tentang toksisitas pengobatan dan efek samping semakin tinggi pada komunitas HIV. Pengobatan ganda diresepkan tidak hanya untuk infeksi HIV, tetapi juga untuk pencegahan dan pengobatan infeksi lain, kolesterol tinggi dan penumpukkan lemak, diabetes, jantung, hati, ginjal dan

penyakit pencernaan, kanker, kelainan hormon, sindrom nyeri dan masalah kesehatan jiwa. Faktor risiko terkait dengan gizi, misalnya mutu makanan yang buruk, kehilangan berat badan, kekurangan gizi sedang dan kekurangan hormon, kekurangan cairan tubuh/dehidrasi, tingkat oksidatif yang tinggi dan tekanan kejiwaan, serta penggunaan narkoba memperburuk keadaan dan toksisitas. Karena jarang diperhatikan oleh pelayan kesehatan primer, terapi alternatif menjamur di lingkungan ini, konsumen yang rentan mencari dengan segala cari mulai dari berdoa hingga penyembuhan. Penghasilan yang terbatas dihabiskan untuk suplemen yang mungkin dapat ditanggung oleh program bantuan kesehatan, untuk produk yang tidak sesuai atau suplemen campuran yang kurang bergizi. Konsumsi makanan "detoks" dan enema secara berlebihan juga umum dilakukan. Penelitian memberi kesan bahwa tambahan gizi secara giat meningkatkan sistem kekebalan dan detoksifikasi secara cepat, memperbaiki pencernaan, dan dampak kesehatan yang baik. Pendekatan ala Timur seperti pengobatan tradisional Cina dan obat ayurvedik dari India berfokus pada makna pilihan makanan serta latihan tubuh dan pikiran sebagai dasar penyembuhan dan panjang umur secara keseluruhan. Konsep ini dipadukan dengan filosofi pengurangan dampak buruk narkoba yang terkait dengan keberhasilan melalui keterlibatan dan dorongan untuk perubahan, pertumbuhan dan pengembangan diri secara terus-menerus. Artikel ini berfokus pada strategi penyembuhan dengan gizi untuk masalah yang sering dialami pada penyakit HIV: lipodistrofi (kelebihan lemak, tingkat kolesterol dan trigliserid yang tinggi dalam darah), kelelahan (kurang tenaga), mual dan diare. Intervensi dirancang untuk pencegahan dan penyembuhan, juga bermanfaat untuk kebiasaan sehari-hari. Semua gejala/efek samping ini berpengaruh besar terhadap kepatuhan terhadap pengobatan, kepuasan diri, kemandirian dan kesehatan jiwa. Terapi gizi, diperkenalkan ketika seseorang terdorong, mampu untuk berfokus kembali dari kesedihan menjadi penyembuhan, dinamis dan memilih makanan, gizi dan minuman yang bersifat memperbaiki.

Menyeimbangkan metabolisme
Lipodistrofi, kelelahan dan diare semuanya dapat dikaitkan dengan ketidakseimbangan metabolik dan toksisitas. Metabolisme sel adalah harmonisasi yang rumit antar berbagai reaksi yang berbeda dan sangat teratur. Reaksi ini mengatur bagaimana makanan diuraikan, dibakar menjadi tenaga, dipakai untuk membangun tubuh dan bagaimana zat buangan yang toksik dikeluarkan. Seberapa baiknya sistem ini bekerja tergantung pada faktor lingkungan di luar dan di dalam sel, termasuk keseimbangan pH, hidrasi, ketersediaan gizi, tingkat tekanan oksidatif dan kegiatan hormon seperti insulin, kortisol dan testosteron. Reaksi metabolik internal bekerja paling baik dalam lingkungan yang mempertahankan keseimbangan pH yang agak basa (alkali). pH berarti berpotensi hidrogen dan mengukur jumlah ion hidrogen dalam suatu cairan. Angka untuk ukuran 0 (asam tertinggi, basa terendah) hingga 14 (asam terendah, basa tertinggi), pH yang netral kira-kira 7. Suatu sistem penghambat internal yang rumit mencoba mempertahankan keseimbangan pH 7,4 untuk darah, 6,4 untuk air liur, dan 5,5-6,0 untuk air seni. Sebelum terapi antiretroviral (ART) tersedia, aktivis kesehatan Odha memeriksa pH air liur dan mencatat bahwa keasaman pH air liur yang kurang dari 6,0 terkait erat dengan wasting, kelelahan, neuropati, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini dilaporkan sangat membaik dengan konsumsi sari jeruk nipis yang mengandung zat basa tinggi secara rutin, yang meningkatkan pH air liur. Saat ini, dokter, para peneliti, dan orang yang memakai ART khawatir tentang asidosis laktik, kondisi yang dapat mematikan akibat penumpukan asam laktik dalam darah. Asam laktik adalah zat buangan yang toksik yang biasanya dinetralisir oleh sistem penghambat sel. Sistem ini mengandalkan ketersediaan kalsium, magnesium, kalium, dan natrium, mineral yang paling banyak dalam sayur dan buah-buahan, gandum/biji-bijan, kacang, produk susu rendah lemak, dan makanan kaya gizi. Tidak banyak orang yang mengkonsumsi makanan jenis ini, terutama sayur dan buah-buahan dalam jumlah besar, yang juga merupakan makanan pembentuk zat basa yang terbaik.
Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV – 2 –
Pertimbangan tentang keseimbangan asam pada awal juga dihubungkan dengan teori pengobatan tradisional Cina tentang makanan dan dampaknya pada kondisi kesehatan. Keduanya memiliki kandungan alami yang berbeda yang dicirikan oleh yin/yang, panas/dingin, kering/basah. Pilihan makanan yang sangat yang, terdiri dari sebagian besar lemak yang tidak sehat dan karbohidrat olahan, membentuk lingkungan yang sangat lembab dan panas. Penyakit dan infeksi berkembang dengan cepat dalam lingkungan ini. Pengobatan Cina mengajarkan bahwa mengurangi lemak yang tidak sehat dan karbohidrat olahan dan secara cepat meningkatkan konsumsi sayuran, terutama yang berwarna hijau tua, buah-buahan, biji-bijian dan lemak penting yang belum disuling dapat meningkatkan keseimbangan fisik dan detoksifikasi.
Saran pola makan dasar ini sekarang didukung oleh penelitian medis yang bernilai selama bertahuntahun. Konsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dan sedikit memakai lemak jenuh dihubungkan dengan dampak kesehatan yang membaik terhadap kanker, hipertensi, penyakit jantung dan diabetes, semua faktor risiko terkait dengan infeksi HIV. Sebagai tambahan, kandungan alami yang ada pada makanan dari tanaman terbukti menjaga sel terhadap penyakit. Antosianin, indol, flavonoid, sulfaforafan, lisopen, dan limonoid adalah sebagian kecil dari "kimia pito" yang baru dan menarik. Hidrasi adalah juga kunci untuk keseimbangan metabolisme. Minum delapan gelas cairan yang tidak mengandung kafein dan mengurangi atau menghindari alkohol dan minuman yang berbahan dasar gula. Jangka waktu dan distribusi kalori juga penting. Memakan dalam porsi yang sedikit 5-6 kali sehari memberi makanan pada sistem metabolik secara lebih halus, pola yang lebih konsisten dibandingkan 1-3 kali makanan porsi besar. Hal ini juga mungkin berdampak pada kadar gula dan insulin dalam darah, hormon yang memerintahkan gula darah untuk memasuki sel dan disimpan sebagai lemak atau dibakar menjadi tenaga. Membanjiri sistem dengan gula dalam dosis yang besar dan karbohidrat olahan dapat mendorong resistansi insulin, kondisi di mana sel menolak insulin dan tidak dapat mengakses gula darah
untuk tenaga. Setelah beberapa waktu tingkat gula dan insulin dalam darah akan meningkat dan disimpan sebagai trigliserid pembawa lemak dalam darah. Juga dikenal sebagai Sindrom X, stadium pradiabetes ini mungkin bertanggung jawab pada kebanyakan gejala metabolik terhadap lipodistrofi, termasuk termasuk tingkat LDL (kolesterol buruk) yang tinggi, HDL (kolesterol baik) yang rendah, trigliserid tinggi, tekanan darah tinggi dan penumpukan lemak di sekitar perut. Pada HIV, resistansi insulin juga terkait dengan kelelahan, tekanan hormon kortisol yang tinggi, perubahan testosteron dan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Pola makan dan suplemen untuk mengimbangkan metabolisme dan
meningkatkan resistansi insulin
Pola makan untuk mengurangi gejala resistansi insulin resistansi/Syndrom X mengurangi total asupan karbohidrat per hari mulai 55%-60% (asupan normal) menjadi 45% kalori per hari. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah untuk menghindari konsumsi karbohidrat olahan seperti tepung terigu dan gula secara besar-besaran. Mencoba untuk memakan makanan jenis ini dalam porsi yang kecil saja, karena tanggapan gula dan insulin dalam makanan tersebut dengan cepat membanjiri sistemnya. Lebih banyak memakan karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, gandum/biji-bijan, kacang-kacangan. Makanan ini mengandung serat, protein, atau lemak penting yang mempertahankan gula darah dan insulin agar tidak meningkat secara cepat. Menyeimbangkan lemak secara benar juga penting untuk metabolisme. Fokus untuk meningkatkan lemak sehat yang dikenal sebagai lemak omega-3 dan lemak tidak jenuh. Lemak omega-3, ditemukan dalam lemak ikan (ikan salmon, sarden, herring, trout), kacang walnut dan biji bunga flax dan kuaci putih, menurunkan resistansi pada diabetes dan juga antiperadangan. Lemak penyembuh ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke serta kanker payudara, prostat, dan usus. Lemak sehat ini juga bermanfaat untuk kesehatan jiwa seperti depresi manik dan skizofrenia. Para ahli menduga bahwa kekurangan omega-3 dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Lemak nabati seperti minyak zaitun, minyak kanola, kacang-kacangan, biji-bijian dan avokad juga merupakan minyak yang sehat, karena meningkatkan tingkat kolesterol "baik" HDL. Akhirnya, mengurangi lemak jenuh yang berasal dari susu, daging sapi, daging babi, kulit unggas, minyak kelapa dan minyak hidrogenat ("lemak trans") dari margarin, makanan olahan dan gorengan. Lemak yang tidak sehat ini meningkatkan kolesterol buruk LDL dalam darah (menyumbat pembuluh darah) dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV – 3 – Konsumsi protein yang cukup selalu penting bagi orang yang hidup dengan HIV. Pilih sumber protein rendah lemak seperti daging tanpa lemak, ayam/unggas tanpa kulit, telur (empat per minggu) atau putih telur, susu rendah lemak, biji, kacang dan makanan dari kacang kedelai. Pastikan untuk mengkonsumsi protein sepanjang hari, tetapi terutama pada pagi hari dan dikombinasikan dengan karbohidrat dan lemak yang sehat. Penurunan vitamin, mineral, dan antioksidan yang terus terjadi tercatat pada penyakit HIV. Penilaian klinis tentang tingkat gizi mungkin sulit untuk diukur, karena tingkat darah tidak mencerminkan kepadatan dan ketersediaannya di dalam sel. Banyak dari gizi ini penting untuk berbagai reaksi metabolik, terutama penghasil tenaga dan detoksifikasi. Sementara tablet multivitamin/mineral yang baku mungkin dapat memenuhi kekurangan tersebut, penggunaan tambahan suplemen secara konsisten dan tidak berlebihan dapat memperbaiki rasa lelah, resistansi insulin, dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Fokus pada vitamin (terutama vitamin B), zat mineral (selenium, kalsium, magnesium, zink) gabungan antioksidan (selenium, koenzim Q10, vitamin C & E, L-karnitin, asam alfa lipoik), dan asam amino sistin dan glutamin. Tingkat glutation yang meningkat, antioksidan yang terpenting dalam tubuh adalah jalur yang penting yang mendetoks sebagian besar pengobatan.
Menyeimbangkan emosi dan metabolisme
Kortisol adalah hormon utama yang dikeluarkan saat stress. Tingkat kerusakan kortisol yang tinggi bersamaan dengan metabolisme dikaitkan dengan resistansi insulin, penumpukan lemak, depresi, dan penurunan kekebalan. Pertimbangkan latihan dan terapi olah tubuh dan pikiran yang menyalurkan masalah dan tekanan hidup. Makan yang terlalu banyak atau sedikit, tanggapan umum terhadap kekhawatiran, depresi, pengucilan, dan penggunaan narkoba memperburuk tanggapan metabolik. Belajar untuk menyehatkan diri secara fisik dan emosi adalah penting. Mengenal hubungan antara makanan dan perasaan dan menangani pengembangan emosi yang mendasar biasanya penting untuk mengubah kebiasaan makanan yang buruk menjadi kebiasaan hidup sehat.
Mengimbangkan pencernaan
Selama berabad-abad, praktisi pengobatan Cina berfokus pada sistem pencernaan sebagai pusat kesehatan, keseimbangan dan detoksifikasi. Serupa dengan metabolisme sel, kandungan alami dari makanan dan minuman berdampak besar pada proses pencernaan, menciptakan kondisi internal yang sangat bersahabat atau buruk terhadap aliran bakteri, virus, jamur, dan zat racun/toksin lain yang lewat saluran usus. Para ilmuwan moderen menegaskan pentingnya kondisi pencernaan terhadap kesehatan. Pertimbangkan organ sistem kekebalan terbesar, usus yang adalah penghambat terbesar bagi organism yang menyerang dan pusat kediaman sel CD4, CD8 dan B yang dihidupkan. Karena sistem kekebalan usus yang begitu kuat, proses pencernaan berperan penting dalam pengembangan penyakit HIV. Para peneliti vaksin menetapkan usus sebagai titik akses yang utama terhadap infeksi HIV dan tempat replikasi yang primer dan terus-menerus bahkan pada stadium awal penyakit. Secara kasatmata setiap orang HIV mempunyai gejala gastrointestinal pada beberapa titik. Orang yang sangat menderita ini, menunjukkan gejala beragam sepanjang saluran pencernaannya, termasuk masalah gigi, sariawan, bisul, mulas, mual dan muntah-muntah, kembung, intoleransi laktosa, diare, radang usus besar, diversikulitis, sembelit, wasir, kutil dan herpes kelamin. Banyak dari keadaan ini dapat sangat membaik dengan intervensi gizi secara giat dengan perubahan pola makan, suplemen dan mengurangi stress untuk mendukung pencernaan dan meningkatkan kekebalan saluran usus.
Dengan penelitian dan pengobatan HIV yang terus berkembang, penting untuk memadukan gizi, penyembuhan dan terapi tubuh-jiwa menjadi contoh perawatan primer, penelitian klinis dan kurikulum pendidikan pengobatan. Intervensi ini dapat mengurangi penyakit jantung, stroke, kanker dan diabetes, memperbaiki dan meningkatkan mutu hidup. Strategi penambahan gizi ini ditawarkan sebagai pilihan yang nyata dan alami untuk perasaan yang lebih baik, mempertahankan kepatuhan dan ketahanan hidup jangka panjang.
Artikel asli: Nutrition for Health and Healing in HIV
http://www.acria.org/treatment/treatment_edu_springupdate2002_healing.html

Baca Selanjutnya......

Hakikat Kebugaran Jasmani

Diposting oleh Didik Apriyanto | 7:34 AM | | 0 komentar »

1. Kebugaran Jasmani

Sejak dilahirkan manusia diberikan sifat dasar masing-masing, sedangkan dalam partumbuhan dan perkembangannya akan banyak dipengaruhi oleh cara hidup dan lingkungan dimana manusia itu berada. Salah satu cara hidup atau kebiasaan hidup tersebut adalah pengerahan fisik, sebab memang tubuh manusia diciptakan utnuk bergerak, sehingga segala bentuk dan fungsi tubuh yang menunjang pergerakan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhannya.

Seseorang yang memiliki tingkat kesegaran jasmani tingga akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa kelelahan yang berarti, serta tubuhnya tetap segar ketika berhenti bekerja dan pada saat istirahat. Sebaliknya tingkat kesegaran jasmani yang rendah merupakan kendala dalam melaksanakan pekerjaan.

Seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh atau umum tanpa disadari oleh keadaan kesegaran jasmani yang baik. Seseorang yang memiliki kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya sering terjadi saat melakukan kerja fisik yang berat. Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, kecepatan dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera o;ahraga. Tujuan utama dari latihan fisik adalah utnuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsi ergosistem tubuh.

Kebugaran jasmani menurut Wahjoedi (2001:58) adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari dengan giat, tanpa mengalami kelelahan yan berarti serta dengan cadangan energi yang tersisa ia masih mampu menikmati waktu luang dan menghadapi hal-hal darurat yang tidak terduga sebelumnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Wahjoedi (2001:59)Dalam kehidupan sehari-hari kebugaran jasmani akan menggambarkan kehidupan seseorang secara harmonis, penuh semangat dan kreatif. Dengan kata lain, orang yang bugar adalah orang yang berpandangan sehat, cerah terhadap kehidupannya baik untuk masa kini maupun masa depan, menjaga harga diri dan memiliki pergaulan dengan sesama manusia.

Kebugaran jasmani merupakan sari utama cikal bakal dari kesegaran jasmani secara umum. Jadi apabila orang dalam keadaan segar salah satu aspek pokok yang nampak adalah keadaan penampilan jasmainya. Dengan demikian seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmanisecara menyeluruh atau umum tanpa disadari oleh keadaan kesegaran jasmani yang baik.

Kebugaran jasmani dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan dan kebugaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan gerak.

a) Kebugaran Jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related fitness)

Kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related fitness) meliputi daya tahan jantung paru, daya tahan otot, kekuatan otot, kelentukan dan komposisi tubuh.

Daya tahan jantung paru adalah kapasitas system jantung – paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal saat melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti (Wahjoedi, 2001:59).

Daya tahan jantung-paru sangat penting utnuk menunjang kerja otot dengan mengambil oksigen dan menyalurkannya ke seluruh jaringan otot yang sedang aktif sehingga dapat digunakan untuk proses metabolism tubuh.

Daya tahan otot adalah kapasitas sekelompok otot utnuk melakukan kontraksi yang beruntun atau berulang-ulang terhadap suatu beban submaksimal dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan kekuatan otot adalah tenaga, gaya atau ketegangan yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan beban maksimal. Seseorang mungkin memiliki kekuatan pada bagian otot tertentu namun belum tentu memiliki pada bagian otot lainnya.

Kelentukan atau fleksibility adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerak melalui ruang gerak sendi atau ruang gerak tubuh secara maksimal. Kelentukan gerak tubuh pada persendian tersebut , sangat dipengaruhi oleh elastisitas otot, tendon dan ligament di sekitar sendi serta kualitas sendi itu sendiri.

b) Kebugaran Jasmani yang berhubungan dengan Keterampilan (skill related fitness)

Kebugaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan gerak meliputi: kecepatan, kecepatan reaksi, daya ledak, kelincahan, keseimbangan, ketepatan, dan koordinasi.

Kecepatan adalah kemampuan tubuh melakukan gerakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sedangakan kecepatan reaksi adalah waktu yang diperlukan utnuk memberikan respon kinetic setelah menerima suatu stimulasi atau rangsangan.

Daya ledak adalah kemampuan tubuh yang memungkinkan otot atau sekelompok otot utnuk bekerjasecara eksplosif. Utnuk pengertian kelincahan adalah kemampuan tubuh utnuk mengubah arah secara cepat tanpa adanya gangguan keseimbangan atau kehilangan keseimbangan.

2. Pengukuran Kebugaran Jasmani

Dalam pengukuran kebugaran jasmani dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu pengukuran daya tahan tubuh, pengukuran daya tahan otot, pengukuran kekuatan otot, pengukuran kelentukkan, pengukuran kecepatan, pengukuran kecepatan reaksi, pengukuran daya ledak otot, pengukuran kelincahan dan pengukuran keseimbangan.

Utnuk pengukuran daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan tes lari 2,4 km, tes naik turun bangku (Harvard Step Ups Test), tes lari atau jalan 12 menit, dan tes jalan cepat 4,8 km.

Utnuk tes daya tahan oto dapat dilakukan dengan tes Push Ups dan tes Sit Ups. Sedangkan untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukan dengan tes Handgrip Dynamometer, Pull and Push Dynamometer, Leg Dynamometer, Back Dynamometer, One-Repetition Maximum (1-RM).

2. Sekolah Bertaraf Internasional

1. Pengertian Sekolah Bertaraf Internasional

Seperti diketahui bahwa Direktorat PSMP dalam upaya pembinaan telah mengelompokkan SMP menjadi empat kelompok, yaitu sekolah rintisan, sekolah potensional, sekolah standar nasional, dan sekolah bertaraf internasional. Sejak tahun 2004 Direktorat Pembinaan SMP telah merintis Sekolah Standar Nasional (SSN). SSN pada dasarnya adalah sekolah yang minimal telah memnuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam PP nomor 19 tahun 2005 yang terdiri dari SKL ( Standar Kompetensi Lulusan), SI (Standar Isi) , Standar Proses, Standar Tenaga, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian. SMP yang ditunjuk sebagai rintisan SSN setelah lima tahun diharapkan dapat menjadi SSN Mandiri atau Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), apabila telah memnuhi criteria sebagai RINTISAN SBI. Dengan kata lain, SSN adalah embrio RINTISAN SBI di tingkat SMP, (Depdiknas, 2007:4)

Menurut Depdiknas (2007:5), Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) adalah suatu sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada tiap aspeknya, meliputi kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, penilaian dan telah menyelenggarakan serta menghasilkan lulusan dengan ciri keinternasionalan. Disamping itu, SBI juga mampu mengembangkan budaya sekolah dan lingkungan sekolah yang mendukung ketercapaian standar internasional dri berbagai aspek tersebut.

3. Karakteristik Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam kedudukannya sebagai peserta didik merupakan masa transisi dri masa siswa-siswi sekolah dasar (SD) menuju masa awal remaja. Pada masa ini siswa-siswi SMP tidak mau disebut sebagai siswa kecil lagi. Pada masa ini siswa akan mengalamai masa pubertas. Menurut Hurlock (Depdiknas, 2004: 6) bahwa ada perubahn-perubahan yang sama yang hamper bersifat universal pada masa remaja, yaitu: (1) meningginya emosi, yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis, (2) perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh sekelompok social untuk dimainkan, menimbulkan masalah baru, (3) dengan berubahnya minat dan pola perilaku, nilai-nilai juga berubah, dan (4) sebagian besar remaja bersikap mendua (ambivalen), terhadap setiap perubahan. Dari sifat-sifat yang ada pada remaja awal itu nantinya akan berdampak kepada perkembangan aspek kognitif (kecerdasa), afektif (perasaan), maupun psikomotor (gerak). Menurut Annarino & Hazelton (1980:151) disebutkan,

Age characteristic (grades 7 and 8). Physiological characteristic : (1) rest needs similar to adults (8 to 81/2 hours), (2) feelings of unlimited resistance and unlimited sources of energy; tire easily but are reluctant to admit it, (3) tend to resist getting sufficient sleep; less energy for studies, (4) period of rapid growth and development; frequent health examination important, (5) increase in appetite because of rapid growth or “finickiness” with loss of appetite, (6) increase sexual tension, (7) frequent appearance of awkwardness and poor coordination, (8) boys now faster and stronger than girls; girls over a year more mature sexually, (9) readiness for spot skills.

Dengan demikian menurut Annarino & Hazelton bahwa karakteristik secara fisik siswa tingkat 7 dan 8 diantaranya (1) kebutuhan akan istirahat sama dengan siswa dewasa, (2) perasaan ketahananyang tak terbatas dan sumber enegi yang tak terbatas, mudah lelah tetapi enggan untuk mengakuinya, (3) ingin banyak tidur dan enggan untuk belajar, (4) periode untuk cepat tumbuh dan berkembang, (5) nafsu makan banyak, dikarenakan pertumbuhan yang cepat (6) menaiknya gairah sex, (7) nampak kecanggungan yang sering, (8) siswa laki-laki lebih kuat disbanding iswa perempuan, dan perempuan lebih matang satu tahun untuk sex-nya, (9) siap untuk kemampuan olahraga.

Psychological characteristic: (1) deep desire to learn skills, (2) expend much energy in fantasies, (3) consciousness of sex, (4) interest in technical subjects and gadgets, (5) abstract reasoning developing more rapidly, (6) increase in attention span, (7) curious and concerned about all happenings and often worried over small matters, (8) imitation of adults prevalent, (9) enjoy practice for improvement.

Untuk karakteristik secara psikologis diantarany: (1) keinginan yang dalam untuk belajar keterampilan, (2) mengeluarkan energi yang lebih untuk berfantasi, (3) kesadaran akan sex, (4) minat terhadap alat-alat teknologi, (5) hal-hal yang abstrak berkembang lebih cepat, (6) perhatiannya lebih meningkat, (7) ingin tahu terhadap semua kejadian-kejadian dan sering cemas terhadap hal-hal yang kecil, (8) ingin meniru orang dewasa, (9) suka mempraktekkan yang sifatnya memajukan.

Untuk karakteristik secara sosiologis antara lain: (1) terlihat seperti seorang pahlawan, (2) mempunyai rasa memiliki dengan kelompoknya, (3) mempunyai rasa etika dan moral dalam budaya, (4) keinginan untuk berpetualang, (5) emosinya mudah sekali terpancing, (6) dengan groupnya, punya keinginan untuk memajukan, (7) keinginan untuk mempunyai sahabat lebih erat, (8) meningkatkan pertemanan di kelasnya, (9) mengurangi rasa malu, percaya diri, ingin tahu pada diri sendiri, selalu menyadari diri, (10) ada sikap agak sombong, (11) selalu ingin menentang terhadap otoriras, (12) mengurangi rasa ketertarikan pada sesuatu, (13) ingin menghilangkan perbedaan gender, (14) cenderung untuk malas, tidak stabil, dan menghindari istirahat.

Kegiatan siswa sejak usia muda perlu mendapatkan perhatian para orang dewasa, pendidik, termasuk para guru/ Pembina pendidikan jasmani di sekkolah. Aktivitas bermain khususnya bagi siswa-siswi, selain dapat dipandang sebagai kebutuhan alami dan spontan, juga dapat dipandang sebagai kebutuhan esensi, terutama utnuk kesehatan mental, jasmani, dan perkembangan sikap sosialmental. Hal yang perlu disimak bagi guru pendidikan jasmani di sekolah adalah bahwa program (aktivitas) harus dikemas (disajikan) sedemikian rupa sehingga terkesan sebagai hiburan, yang menarik dan menyenangkan.

A. Kerangka Berpikir

Sekolah Bertaraf Internasional merupakan upaya pemerintah di dalam mencapai tujuan mencerdaskan bangsa Indonesia dan dari situ diharapkan dapat mencapai kenggulan masyarakat bangsa dalam penguasaan ilmu teknologi seperti digariskan dalam haluan Negara. Sudah dapat dipastikan siswanya memiliki kemampuan bidang akademik yang baik. Kemampuan akademik yang baik sudah seharusnya dibarengi dengan kebugaran jasmani yang sehat agar dapat melakukan serangkaian kegiatan sehari-hari.

Untuk hal tersebut dapat dilihat tingkat kebugaran jasmani antara siswa SBI dan siswa regular/biasa. Kita dapat melihat perbedaan tingkat kebugaran jasmaninya dan prestasi akademik dari keduanya. Karena dengan pembelajaran pendidikan jasmani yang baik dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa.

Baca Selanjutnya......