Translate:English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV

Diposting oleh Didik Apriyanto | 7:41 AM | | 1 komentar »

Dokumen ini didownload dari situs web Yayasan Spiritia http://spiritia.or.id/

Oleh: Jan Zimmerman, MS, RD, ACRIA Update Musim Semi 2002
Keprihatinan tentang toksisitas pengobatan dan efek samping semakin tinggi pada komunitas HIV. Pengobatan ganda diresepkan tidak hanya untuk infeksi HIV, tetapi juga untuk pencegahan dan pengobatan infeksi lain, kolesterol tinggi dan penumpukkan lemak, diabetes, jantung, hati, ginjal dan

penyakit pencernaan, kanker, kelainan hormon, sindrom nyeri dan masalah kesehatan jiwa. Faktor risiko terkait dengan gizi, misalnya mutu makanan yang buruk, kehilangan berat badan, kekurangan gizi sedang dan kekurangan hormon, kekurangan cairan tubuh/dehidrasi, tingkat oksidatif yang tinggi dan tekanan kejiwaan, serta penggunaan narkoba memperburuk keadaan dan toksisitas. Karena jarang diperhatikan oleh pelayan kesehatan primer, terapi alternatif menjamur di lingkungan ini, konsumen yang rentan mencari dengan segala cari mulai dari berdoa hingga penyembuhan. Penghasilan yang terbatas dihabiskan untuk suplemen yang mungkin dapat ditanggung oleh program bantuan kesehatan, untuk produk yang tidak sesuai atau suplemen campuran yang kurang bergizi. Konsumsi makanan "detoks" dan enema secara berlebihan juga umum dilakukan. Penelitian memberi kesan bahwa tambahan gizi secara giat meningkatkan sistem kekebalan dan detoksifikasi secara cepat, memperbaiki pencernaan, dan dampak kesehatan yang baik. Pendekatan ala Timur seperti pengobatan tradisional Cina dan obat ayurvedik dari India berfokus pada makna pilihan makanan serta latihan tubuh dan pikiran sebagai dasar penyembuhan dan panjang umur secara keseluruhan. Konsep ini dipadukan dengan filosofi pengurangan dampak buruk narkoba yang terkait dengan keberhasilan melalui keterlibatan dan dorongan untuk perubahan, pertumbuhan dan pengembangan diri secara terus-menerus. Artikel ini berfokus pada strategi penyembuhan dengan gizi untuk masalah yang sering dialami pada penyakit HIV: lipodistrofi (kelebihan lemak, tingkat kolesterol dan trigliserid yang tinggi dalam darah), kelelahan (kurang tenaga), mual dan diare. Intervensi dirancang untuk pencegahan dan penyembuhan, juga bermanfaat untuk kebiasaan sehari-hari. Semua gejala/efek samping ini berpengaruh besar terhadap kepatuhan terhadap pengobatan, kepuasan diri, kemandirian dan kesehatan jiwa. Terapi gizi, diperkenalkan ketika seseorang terdorong, mampu untuk berfokus kembali dari kesedihan menjadi penyembuhan, dinamis dan memilih makanan, gizi dan minuman yang bersifat memperbaiki.

Menyeimbangkan metabolisme
Lipodistrofi, kelelahan dan diare semuanya dapat dikaitkan dengan ketidakseimbangan metabolik dan toksisitas. Metabolisme sel adalah harmonisasi yang rumit antar berbagai reaksi yang berbeda dan sangat teratur. Reaksi ini mengatur bagaimana makanan diuraikan, dibakar menjadi tenaga, dipakai untuk membangun tubuh dan bagaimana zat buangan yang toksik dikeluarkan. Seberapa baiknya sistem ini bekerja tergantung pada faktor lingkungan di luar dan di dalam sel, termasuk keseimbangan pH, hidrasi, ketersediaan gizi, tingkat tekanan oksidatif dan kegiatan hormon seperti insulin, kortisol dan testosteron. Reaksi metabolik internal bekerja paling baik dalam lingkungan yang mempertahankan keseimbangan pH yang agak basa (alkali). pH berarti berpotensi hidrogen dan mengukur jumlah ion hidrogen dalam suatu cairan. Angka untuk ukuran 0 (asam tertinggi, basa terendah) hingga 14 (asam terendah, basa tertinggi), pH yang netral kira-kira 7. Suatu sistem penghambat internal yang rumit mencoba mempertahankan keseimbangan pH 7,4 untuk darah, 6,4 untuk air liur, dan 5,5-6,0 untuk air seni. Sebelum terapi antiretroviral (ART) tersedia, aktivis kesehatan Odha memeriksa pH air liur dan mencatat bahwa keasaman pH air liur yang kurang dari 6,0 terkait erat dengan wasting, kelelahan, neuropati, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini dilaporkan sangat membaik dengan konsumsi sari jeruk nipis yang mengandung zat basa tinggi secara rutin, yang meningkatkan pH air liur. Saat ini, dokter, para peneliti, dan orang yang memakai ART khawatir tentang asidosis laktik, kondisi yang dapat mematikan akibat penumpukan asam laktik dalam darah. Asam laktik adalah zat buangan yang toksik yang biasanya dinetralisir oleh sistem penghambat sel. Sistem ini mengandalkan ketersediaan kalsium, magnesium, kalium, dan natrium, mineral yang paling banyak dalam sayur dan buah-buahan, gandum/biji-bijan, kacang, produk susu rendah lemak, dan makanan kaya gizi. Tidak banyak orang yang mengkonsumsi makanan jenis ini, terutama sayur dan buah-buahan dalam jumlah besar, yang juga merupakan makanan pembentuk zat basa yang terbaik.
Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV – 2 –
Pertimbangan tentang keseimbangan asam pada awal juga dihubungkan dengan teori pengobatan tradisional Cina tentang makanan dan dampaknya pada kondisi kesehatan. Keduanya memiliki kandungan alami yang berbeda yang dicirikan oleh yin/yang, panas/dingin, kering/basah. Pilihan makanan yang sangat yang, terdiri dari sebagian besar lemak yang tidak sehat dan karbohidrat olahan, membentuk lingkungan yang sangat lembab dan panas. Penyakit dan infeksi berkembang dengan cepat dalam lingkungan ini. Pengobatan Cina mengajarkan bahwa mengurangi lemak yang tidak sehat dan karbohidrat olahan dan secara cepat meningkatkan konsumsi sayuran, terutama yang berwarna hijau tua, buah-buahan, biji-bijian dan lemak penting yang belum disuling dapat meningkatkan keseimbangan fisik dan detoksifikasi.
Saran pola makan dasar ini sekarang didukung oleh penelitian medis yang bernilai selama bertahuntahun. Konsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dan sedikit memakai lemak jenuh dihubungkan dengan dampak kesehatan yang membaik terhadap kanker, hipertensi, penyakit jantung dan diabetes, semua faktor risiko terkait dengan infeksi HIV. Sebagai tambahan, kandungan alami yang ada pada makanan dari tanaman terbukti menjaga sel terhadap penyakit. Antosianin, indol, flavonoid, sulfaforafan, lisopen, dan limonoid adalah sebagian kecil dari "kimia pito" yang baru dan menarik. Hidrasi adalah juga kunci untuk keseimbangan metabolisme. Minum delapan gelas cairan yang tidak mengandung kafein dan mengurangi atau menghindari alkohol dan minuman yang berbahan dasar gula. Jangka waktu dan distribusi kalori juga penting. Memakan dalam porsi yang sedikit 5-6 kali sehari memberi makanan pada sistem metabolik secara lebih halus, pola yang lebih konsisten dibandingkan 1-3 kali makanan porsi besar. Hal ini juga mungkin berdampak pada kadar gula dan insulin dalam darah, hormon yang memerintahkan gula darah untuk memasuki sel dan disimpan sebagai lemak atau dibakar menjadi tenaga. Membanjiri sistem dengan gula dalam dosis yang besar dan karbohidrat olahan dapat mendorong resistansi insulin, kondisi di mana sel menolak insulin dan tidak dapat mengakses gula darah
untuk tenaga. Setelah beberapa waktu tingkat gula dan insulin dalam darah akan meningkat dan disimpan sebagai trigliserid pembawa lemak dalam darah. Juga dikenal sebagai Sindrom X, stadium pradiabetes ini mungkin bertanggung jawab pada kebanyakan gejala metabolik terhadap lipodistrofi, termasuk termasuk tingkat LDL (kolesterol buruk) yang tinggi, HDL (kolesterol baik) yang rendah, trigliserid tinggi, tekanan darah tinggi dan penumpukan lemak di sekitar perut. Pada HIV, resistansi insulin juga terkait dengan kelelahan, tekanan hormon kortisol yang tinggi, perubahan testosteron dan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Pola makan dan suplemen untuk mengimbangkan metabolisme dan
meningkatkan resistansi insulin
Pola makan untuk mengurangi gejala resistansi insulin resistansi/Syndrom X mengurangi total asupan karbohidrat per hari mulai 55%-60% (asupan normal) menjadi 45% kalori per hari. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah untuk menghindari konsumsi karbohidrat olahan seperti tepung terigu dan gula secara besar-besaran. Mencoba untuk memakan makanan jenis ini dalam porsi yang kecil saja, karena tanggapan gula dan insulin dalam makanan tersebut dengan cepat membanjiri sistemnya. Lebih banyak memakan karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, gandum/biji-bijan, kacang-kacangan. Makanan ini mengandung serat, protein, atau lemak penting yang mempertahankan gula darah dan insulin agar tidak meningkat secara cepat. Menyeimbangkan lemak secara benar juga penting untuk metabolisme. Fokus untuk meningkatkan lemak sehat yang dikenal sebagai lemak omega-3 dan lemak tidak jenuh. Lemak omega-3, ditemukan dalam lemak ikan (ikan salmon, sarden, herring, trout), kacang walnut dan biji bunga flax dan kuaci putih, menurunkan resistansi pada diabetes dan juga antiperadangan. Lemak penyembuh ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke serta kanker payudara, prostat, dan usus. Lemak sehat ini juga bermanfaat untuk kesehatan jiwa seperti depresi manik dan skizofrenia. Para ahli menduga bahwa kekurangan omega-3 dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Lemak nabati seperti minyak zaitun, minyak kanola, kacang-kacangan, biji-bijian dan avokad juga merupakan minyak yang sehat, karena meningkatkan tingkat kolesterol "baik" HDL. Akhirnya, mengurangi lemak jenuh yang berasal dari susu, daging sapi, daging babi, kulit unggas, minyak kelapa dan minyak hidrogenat ("lemak trans") dari margarin, makanan olahan dan gorengan. Lemak yang tidak sehat ini meningkatkan kolesterol buruk LDL dalam darah (menyumbat pembuluh darah) dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Gizi untuk kesehatan dan pemulihan HIV – 3 – Konsumsi protein yang cukup selalu penting bagi orang yang hidup dengan HIV. Pilih sumber protein rendah lemak seperti daging tanpa lemak, ayam/unggas tanpa kulit, telur (empat per minggu) atau putih telur, susu rendah lemak, biji, kacang dan makanan dari kacang kedelai. Pastikan untuk mengkonsumsi protein sepanjang hari, tetapi terutama pada pagi hari dan dikombinasikan dengan karbohidrat dan lemak yang sehat. Penurunan vitamin, mineral, dan antioksidan yang terus terjadi tercatat pada penyakit HIV. Penilaian klinis tentang tingkat gizi mungkin sulit untuk diukur, karena tingkat darah tidak mencerminkan kepadatan dan ketersediaannya di dalam sel. Banyak dari gizi ini penting untuk berbagai reaksi metabolik, terutama penghasil tenaga dan detoksifikasi. Sementara tablet multivitamin/mineral yang baku mungkin dapat memenuhi kekurangan tersebut, penggunaan tambahan suplemen secara konsisten dan tidak berlebihan dapat memperbaiki rasa lelah, resistansi insulin, dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Fokus pada vitamin (terutama vitamin B), zat mineral (selenium, kalsium, magnesium, zink) gabungan antioksidan (selenium, koenzim Q10, vitamin C & E, L-karnitin, asam alfa lipoik), dan asam amino sistin dan glutamin. Tingkat glutation yang meningkat, antioksidan yang terpenting dalam tubuh adalah jalur yang penting yang mendetoks sebagian besar pengobatan.
Menyeimbangkan emosi dan metabolisme
Kortisol adalah hormon utama yang dikeluarkan saat stress. Tingkat kerusakan kortisol yang tinggi bersamaan dengan metabolisme dikaitkan dengan resistansi insulin, penumpukan lemak, depresi, dan penurunan kekebalan. Pertimbangkan latihan dan terapi olah tubuh dan pikiran yang menyalurkan masalah dan tekanan hidup. Makan yang terlalu banyak atau sedikit, tanggapan umum terhadap kekhawatiran, depresi, pengucilan, dan penggunaan narkoba memperburuk tanggapan metabolik. Belajar untuk menyehatkan diri secara fisik dan emosi adalah penting. Mengenal hubungan antara makanan dan perasaan dan menangani pengembangan emosi yang mendasar biasanya penting untuk mengubah kebiasaan makanan yang buruk menjadi kebiasaan hidup sehat.
Mengimbangkan pencernaan
Selama berabad-abad, praktisi pengobatan Cina berfokus pada sistem pencernaan sebagai pusat kesehatan, keseimbangan dan detoksifikasi. Serupa dengan metabolisme sel, kandungan alami dari makanan dan minuman berdampak besar pada proses pencernaan, menciptakan kondisi internal yang sangat bersahabat atau buruk terhadap aliran bakteri, virus, jamur, dan zat racun/toksin lain yang lewat saluran usus. Para ilmuwan moderen menegaskan pentingnya kondisi pencernaan terhadap kesehatan. Pertimbangkan organ sistem kekebalan terbesar, usus yang adalah penghambat terbesar bagi organism yang menyerang dan pusat kediaman sel CD4, CD8 dan B yang dihidupkan. Karena sistem kekebalan usus yang begitu kuat, proses pencernaan berperan penting dalam pengembangan penyakit HIV. Para peneliti vaksin menetapkan usus sebagai titik akses yang utama terhadap infeksi HIV dan tempat replikasi yang primer dan terus-menerus bahkan pada stadium awal penyakit. Secara kasatmata setiap orang HIV mempunyai gejala gastrointestinal pada beberapa titik. Orang yang sangat menderita ini, menunjukkan gejala beragam sepanjang saluran pencernaannya, termasuk masalah gigi, sariawan, bisul, mulas, mual dan muntah-muntah, kembung, intoleransi laktosa, diare, radang usus besar, diversikulitis, sembelit, wasir, kutil dan herpes kelamin. Banyak dari keadaan ini dapat sangat membaik dengan intervensi gizi secara giat dengan perubahan pola makan, suplemen dan mengurangi stress untuk mendukung pencernaan dan meningkatkan kekebalan saluran usus.
Dengan penelitian dan pengobatan HIV yang terus berkembang, penting untuk memadukan gizi, penyembuhan dan terapi tubuh-jiwa menjadi contoh perawatan primer, penelitian klinis dan kurikulum pendidikan pengobatan. Intervensi ini dapat mengurangi penyakit jantung, stroke, kanker dan diabetes, memperbaiki dan meningkatkan mutu hidup. Strategi penambahan gizi ini ditawarkan sebagai pilihan yang nyata dan alami untuk perasaan yang lebih baik, mempertahankan kepatuhan dan ketahanan hidup jangka panjang.
Artikel asli: Nutrition for Health and Healing in HIV
http://www.acria.org/treatment/treatment_edu_springupdate2002_healing.html

1 komentar

  1. infogue // November 2, 2008 at 7:59 PM  

    Artikel anda:

    http://kesehatan.infogue.com/
    http://kesehatan.infogue.com/gizi_untuk_kesehatan_dan_pemulihan_hiv

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!