Translate:English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Diposting oleh Didik Apriyanto | 6:40 AM | | 1 komentar »

9 KONDISI INSTRUKSIONAL MENURUT ROBERT GAGNE

1. Gaining Attention = mendapatkan perhatian
2. Inform learner of objectives = menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai
3. Stimulate recall of prerequisite learning = Stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar
4. Present new material = Penyajian materi baru
5. Provide guidance = Menyediakan pembimbingan


6. Elicit performance = Memunculkan tindakan
7. Provide feedback about correctness = Siap memberikan umpan balik langsung terhadap hasil yang baik
8. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan
9. Enhance retention and recall = Meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat.


PENERAPAN 9 KONDISI INSTRUKSIONAL MENURUT ROBERT GAGNE TAERHADAP STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) merupakan strategi peminkuiri menekanakan pada proses mencari dan menemukan, yang dimaksud disini adalah para siwa bertugas mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangakn guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

1. Gaining Attention = mendapatkan perhatian
Dalam penerapan dalam strategi pembelajaran inkuiri, mendapatkan perhatian dari seorang guru tidak begitu penting, sudah jelas sekali pernyataan dari strategi inkuiri. Perhatian yang diberikan oleh seorang guru kepada siswa sifatnya merata tidak membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik, disini guru hanya menjadi fasilitator dan siswa sendiri yang mencari dan menemukan sendiri materi pelajarannya. Perhatian yang lebih mungkin kepada siswa yang kemampuan berfikirnya kurang, perhatian itu bisa diwujudkan dengan melontarkan beberapa pertanyaan sehingga membuat siswa yang kemampuan berfikirnya kurang bisa terangsang untuk berfikir, agar tidak ketinggalan dari yang lain. Namun tetap memegang arti Inkuiri sendiri, sehingga tanpa disadari siswa yang tingkat kemampuan berfikirnya rendah tersesbut tidak merasa bahwa ia telah benar-benar belajar dan melaksanakan pembelajaran inkuiri ini.

2. Inform learner of objectives = menginformasikan siswa mengenai tujuan yang akan dicapai
Sebelum proses belajar berlangsung guru menyampaikan tujuan yang akan dicapai terdahulu, kemudian ia hanya menyampaikan inti dari materi pelajaran yang akan diajarkan. Yang kemudian dari proses pembelajaran siswa sangat berperan penting, dan sebenarnya mereka sendirilah yang menemukan jawaban dari berbagai hal yang awalnya tidak mereka ketahui
.
3. Stimulate recall of prerequisite learning = Stimulasi kemampuan dasar siswa untuk persiapan belajar
Sudah jelas sekali bahwa strategi pembelajaran inkuiri ini akan berhasil jika diterapkan pada siswa yang baik kemampuan berfikirnya. sebaliknya tidak cocok diterapkan pada siswa yang kemampuan berfikirnya kurang. Oleh sebab itu melihat kesiapan siswa untuk memualai proses belajar guna mengetahui kemampuan dasar siswa sangat penting dilakukan oleh fasilitator, agar meteri pelajaran yang akan disampaikan nantinya bisa diterima dengan baik oleh siswa.

4. Present new material = Penyajian materi baru
Dalam strategi pembelajaran inkuiri ini guru hanya menyampaikan inti materi baru yang akan disampaikan. Siswa sendiri yang akan menemukan dan menjawab hal-hal baru yang mereka baru ketahui. Guru sebagai fasilitator berperan penting guna merangsang kemampuan berfikir siswa, dengan cara memberi contoh percobaan atau apapun yang sudah sangat familiar dengan kehidupan sehari-hari siswa, dengan demikian siswa akanb mudah mengerti dan paham terhadap materi yang disampaikan.

5. Provide guidance = Menyediakan pembimbingan
Guru sebagai fasilitator, siswa sendiri yang menemukan dan mencari sendiri materi pelajarannya. Sudah jelas bahwa tugas guru mendampingi dan membimbing peserta didik, agar speserta didik menemukan sendiri jawaban dari semua hal yang baru mereka temukan. Maksudnya membimbing disini bukan sebagai orang yang membantu menemukan, akan tetapi guru hanya memancing dengan kata kunci yang sudah dimengerti oleh siswa.

6. Elicit performance = Memunculkan tindakan
Semua tindakan yang dilakukan seorang fasilitator fungsinya hanya meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Tindakan yang dilakukan tidak sepenuhnya membantu memecahkan masalah dan membantu siswa menemukan jawaban tetapi tindakan yang dilakukan hanyalah menyampaikan inti dari materi yang akan disampaikan, dan menyediakan bahan percobaan saja misalnya, yang kemudian siswalah yang akan berfikir dan menemukan hal-hal baru dari percobaan mereka sendiri.

7. Provide feedback about correctness = Siap memberikan umpan balik langsung terhadap hasil yang baik
Umpan balik yang diberikan oleh seorang guru dalam strategi pembelajaran inkuiri hanya berupa pujian ataupun rangsangan kepada siswa ketika para siswa dalam proses menemukan jawaban. Umpan balik itu semata-mata hanya membantu minat belajar dan membangkitkan semangat berfikir siswa, agar tujuan strategi pembelajaran inkuiri ini berjalan sesuai tujuan yang akan dicapai. Untuk umpan balik dari hasil belajar strategi inkuiri, bisa dilakukan setelah proses menemukan selesai, dengan non tes maupun tes.

8. Assess performance = Menilai hasil belajar yang ditunjukkan
Strategi inkuiri tidak menekankan pada hasil namun yang dinilai adalah proses belajar siswa. Seperti yang sudah dijelaskan teori yang mendasari strategi inkuiri ini adalah teori kognitif dan telah diketahui pula bahwa teori kognitif menekankan arti penting proses internal seseorang, jadi lebih penting proses belajar dari pada hasil belajar. Pada strategi ini yang dinilai adalah proses menemukan sendiri hal baru dan proses adaptasi yang berkesinambungan secara tepat dan serasi antara hal baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.

9. Enhance retention and recall = Meningkatkan proses penyimpanan memori dan mengingat.
Jelas bahwa proses menemukan dari strategi ini mampu meningkatkan proses menyimpan memori dan mengingat siswa, karena materi pelajaran mereka merupakan hasil berfikir mereka sendiri. kaitannya dengan teori kognif yang mendasari strategi ini, bahwa seseorang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan sendiri dalam dirinya, dan proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran mampu beradaptasi dengan kemampuan awal seseorang. Sebelum mampu menemukan pastilah siswa akan mengaitkan hal baru yang akan mereka temukan dengan hal-hal yang sudah ada dalam struktur kognitif mereka. Dengan begitu mudah sekali mereka menyimpan memori itu, dan sangat sulut melupakan hal baru yang telah mereka lalui, karena semua hal baru itu, mereka sendirilah yang menemukan.


1 komentar

  1. kebenaran // December 26, 2008 at 1:11 PM  

    jamu psikologi kunjungi : www.setansatan.blogspot.com jamu memang pahit